Kualitas Profesi Pengacara yang Bisa Jadi Inspirasi Sukses
1. Spesialisasi
Bahkan pengacara pun memiliki
spesialisasinya masing-masing. Hal ini berguna saat klien memiliki masalah yang
spesifik, nama Anda akan menjadi prioritas untuk menyelesaikannya mengingat
spesialisasi yang dimiliki.
2. Self-Branding
Meskipun bekerja di perusahaan orang, self-branding tetap harus dijalankan untuk menunjang karir. Kita tak akan pernah tahu bila di masa depan nanti akan membuka firma hukum atau perusahaan sendiri.
3. Level
Ada di level manakah Anda, manajerial
atau lebih tinggi? Tentunya bobot pekerjaan harus disesuaikan dengan kemampuan.
Tak lagi mengurus hal-hal sepele namun lebih kepada hal besar yang memerlukan
pemikiran lebih matang.ah tahu bila di masa depan nanti akan membuka firma
hukum atau perusahaan sendiri.
4. Gambaran Kemampuan
Setelah menentukan level dan bobot
pekerjaan, otomatis keahlian dan kemampuan individu akan tersalurkan lebih
fokus. Pendelegasian pekerjaan pun akan semakin terarah dan terkonsep.
5. Memupuk Talenta
Layaknya pisau yang harus terus
diasah jika sering dipakai, sama halnya dengan bakat dan kemampuan. Jangan
pernah berpuas diri dengan apa yang sudah dimiliki, namun terus belajar dan
membuka diri dengan perkembangan terkini.
6. Networking
Apalah artinya kejeniusan jika tidak
ditunjang dengan relasi yang baik? Ketika seseorang berpuas diri dengan klien
besar yang ada dan berhenti membuka diri kepada klien baru. Sulit untuk terjadi
perkembangan yang signifikan di berbagai aspek karir.
7. Jenis Klien
Ketahuilah klien seperti apa yang
Anda hadapi. Ada klien yang senang basa-basi, adapula yang to-the-point.
Mencari klien baru harus pandai-pandai menyikapi hal ini.
8. Hadiri Meeting
Pertemuan memang terkesan sepele, ada
beberapa orang yang merasa dirinya yang harus dihampiri karena posisinya lebih
tinggi dan berpengaruh. Tanggalkan ego dan sesuaikan dengan undangan meeting
klien yang ada. Tidak ada salahnya memberikan kenyamanan kepada klien.
9. Mengelola Klien
Relasi yang sudah terjalin jangan
sampai terbengkalai lantaran terlalu sibuk membina hubungan baru. Terus pupuk
kedekatan dengan klien terdahulu dan berikan terus perkembangan yang ada dari
Anda maupun perusahaan Anda guna menghindari miskomunikasi.
10. Berhati-hati
Sudah merasa sukses dan berada di
atas angin? Berhati-hatilah. Tidak semua klien butuh orang pintar. Adakalanya
jawaban spontan saat pertemuan di luar kantor hingga kemampuan membaca suasana
hati lawan bicara akan memberikan nilai plus/minus pada reputasi Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar